Panduan Marketting Plan untuk Starup Terbukti Efektif

Categories StartupPosted on

up

Panduan Marketting Plan untuk Starup Terbukti Efektif

panduan marketing untuk startup

x

Opportunity-Advisor.com || Bagi para pengelola startup, penting mengetahui bagaimana panduan marketing untuk starup yang baik dan tepat. Strategi marketing ini sangat berpengaruh bagi kelangsungan bisnis selanjutnya. Apakah Anda akan sukses dan bersaing dengan perusahaan besar, atau akan begitu-begitu saja selamanya.

Kondisi startup Anda yang tak berkembang salah satunya bisa jadi disebabkan karena strategi marketing yang dibuat tidak tepat dan tidak optimal dijalankan.

Sistem tidak dibangun dan personal yang menjalankannya juga kemungkinan tidak punya kapabilitas yang baik. Marketting plan tak jarang juga harus menghabiskan anggaran yang besar.

Terlebih lagi pada perusahaan startup. Pemilik bisnis harus siap membangun bisnis dengan uangnya sendiri lebih dulu, sebelum perusahaan berkembang dan tumbuh maju.

 

Tips dan Panduan Marketing untuk Startup

Salah satu kendala perusahaan startup dalam membangun rencana marketing adalah terbatasnya sumber dana yang dimiliki.

Namun, Anda tetap bisa menjalankan marketing dengan coba mengikuti tips panduan marketing untuk startup berikut ini:

Panduan Marketting Plan untuk Startup

Memperkenalkan Produk dan Riset Pasar

Melakukan riset pasar di awal pemasaran harus dilakukan. Mana target pasar yang paling tepat, apa yang menjadi kebutuhan dan apa solusi yang Anda tawarkan dengan produk tersebut.

Untuk riset pasar dilanjutkan memperkenalkan produk, Anda membutuhkan tenaga marketing yang handal, atau jika memungkinkan Anda sendirilah yang melakukannya. Bisa juga dengan membentuk tim untuk mendapatkan hasil data dan analisa terbaik.

Baca Juga : Team Besa VS Team Kecil Bagus Mana???

Uji coba produk harus dilakukan dengan hasil terbaik dan memenuhi keinginan target pasar.

Selain itu juga harus dilakukan analisa kompetitor, apa yang mungkin dilakukan pesaing Anda, apa yang bisa Anda lakukan untuk mengungguli produk pesaing.

 

Mencoba Beberapa Kanal Pemasaran dan Menambah Pengguna Secara Organik

Panduan marketing untuk startup selanjutnya adalah soal kanal pemasaran. Kanal pemasaran yang bisa Anda coba misalnya media social, email, website dan sebagainya. Kanal pemasaran ini yang disebut dengan istilah owned channel, artinya kanal yang bisa Anda miliki sendiri.

Kanal yang lain adalah dengan memanfaatkan pihak ketiga, atau yang disebut earned chanel. Misalnya peliputan media massa, berbagai acara, para blogger dan sebagainya.

 

Fokus pada Kualitas Produk

middle

Pada tahap awal, marketing akan sangat menghabiskan dana. Sementara dana masih menjadi kendala bagi kalangan startup sendiri.

Salah satu strategi yang bisa membantu produk Anda semakin dikenal adalah bagaimana kualitas produk bisa dimunculkan. Ini dengan sendirinya akan memunculkun review positif banyak pihak tentang produk Anda.

Panduan marketing untuk startup yang satu ini menjadi sangat penting Anda perhatikan jika dana menjadi kendala yang serius.

 

Membentuk Tim dan Menunjuk Pimpinan

Jika sudah merasa cukup mampu, buatlah tim marketing Anda dan tunjuklah seorang menjadi pimpinan.

Tim ini bisa bertugas melakukan analisa terhadap user flow, memperbanyak sumber-sumber pemasukan, merancang teknologi ideal untuk marketing dan membangun infrastruktur untuk data.

 

Merekrut Tenaga Ahli Spesialis

Rekrut tenaga ahli spesialis di bidang marketing. Ini investasi sukses jangka panjang. Tenaga ini yang akan melakukan Return of Investment.

Baca Juga : Tips Membangun Kerjasama Dengan Perusahaan untuk Startup

Merupakan pekerjaan menganalisis aktivitas pengguna serta menilai keuntungan aktivitas marketing yang dilakukan. Pada tahapan ini juga, usahakan agar Anda memiliki standar pengelolaan data.

 

Tahapan Ekspansi dan Tumbuh Cepat

Panduan marketing untuk startup selanjutnya adalah pada tahapan ekspansi dan tumbuh dengan cepat.

Di tahapan ini yang harus Anda lakukan adalah memperkuat oprasional dari tim marketing. Bagaimana Anda membuat target, membangun komunikasi, serta memiliki panduan untuk operasional.

Di sini juga Anda sudah  bisa merekrut tim growth. Tim ini biasanya terdiri seorang developer.

Tim growth akan sering berkomunikasi dengan tim marketing. Tim ini bertugas meningkatkan engagement, menaikkan lifetime value (LTV), dan membuat biaya akuisisi serendah mungkin.

 

Fokus ke Tujuan Utama

Setelah tumbuh  dan mengalami perkembangan, jangan lupa untuk kembali fokus pada tujuan utama. Buat proses yang sederhana dan lebih mudah.

Kondisi pekerjaan yang semakin rumit sering membuat tim marketing kehilangan fokus. Kembali ke tujuan utama dan lakukan sesuatu secara lebih mudah.

Beberapa strategi di atas bisa cukup membantu bagi kalangan pemula yang sering terkendala soal strategi marketing.

Baca Juga : Cara Membangun Tim Kerja yang Solid Agar Perusahaan Cepat Berkembang

Jangan terburu-buru mengajak kerjasama perusahaan besar jika tujuan Anda ternyata untuk marketing. Dengan panduan marketing untuk startup di atas, Anda bisa membangun tim yang solid, tim marketing yang berpengalaman akan membantu perusahaan Anda tumbuh sukses.

Bellow

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *